Juventus Siap Angkut Varane Saat Akhir Musim

Juventus Siap Angkut Varane Saat Akhir Musim

Setelah sebelumnya sukses mendatangkan beberapa pemain eks Real Madrid kedalam skuat. Kali ini sepertinya raksasa Serie A Juventus ingin kembali mendatangkan pemain dari klub tersebut. Dan kali ini dikabarkan Juventus siap angkut Varane pada akhir musim mendatang.

Setelah dibursa transfer musim panas lalu mereka mampu memboyong sang mega bintang Cristiano Ronaldo. Kali ini tim berjuluk Bianconeri tersebut berminat untuk mendatangkan pemain berposisi bek tengah tersebut nantinya.

Raphael Varane sendiri dikabarkan akan dijadikan salah satu pemain pelapis dari 2 bek utama tim. Seperti Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci yang kadang diantaranya kerap mengalami cedera pada laga penting.

Varane Sudah Sangat Berpengalaman – Juventus Siap Angkut Varane

Juventus Siap Angkut Varane Saat Akhir Musim 1

Jika mempertanyakan apakah layak sosok pemain asal Perancis tersebut layak untuk dibeli. Pastinya jawabannya sangat layak sekali, setelah cukup banyak gelar yang sudah diraih dirinya untuk raksasa Real Madrid.

Mulai dari gelar La Liga Spanyol, Copa del Rey, Super Spanyol. Bahkan dikancak Eropa Liga Champions Eropa dan Super Eropa hingga yang terakhir Piala Dunia antar klub sudah diraih.

Bahkan belum lama ini Varane yang dimusim ini sudah menjadi punggawa utama Real Madrid ini sudah pernah merasakan gelar Piala Dunia bersama timnas Perancis.

Kedatangan Varane sendiri sangat diharapkan bisa memberikan kekuatan lebih dilini pertahanan. Namun meski begitu kemungkinan akan cukup sulit mendatangkan dirinya setelah masih terikat kontrak hingga 2022 mendatang.

Bahkan bukan hanya itu, harga dari pemain berusia 25 tahun ini sudah melonjak sangat tinggi sekali dan sudah menyentuh 72 juta Poundsterling untuk bisa memboyong sang pemain dengan status Buy-out.

Perjalanan Karir Raphael Varane – Juventus Siap Angkut Varane

Juventus Siap Angkut Varane Saat Akhir Musim 3

Pemain dengan tubuh yang tidak terlalu besar ini mengawali karirnya dari akademi klub asal Perancis Lens. Bahkan sebelum bergabung dengan Lens dirinya belajar Sepakbola di sekolah Hellemmes sejak tahun 2000 hingga 2002.

Hingga pada akhirnya sejak 2002 hingga 2010 dirinya resmi masuk akademi klub papan bawah Liga Perancis tersebut. Pada akhirnya tahun 2010 dirinya resmi masuk kedalam skuat senior.

Yang saat itu dirinya hanya perlu satu musim saja untuk menujukkan bahwa dirinya pemain yang sangat bertalenta. Menjalani karir profesional pada usia 16 tahun dirinya langsung membuat bukti dengan menjadi pemain utama dalam satu musim.

Tercatat dirinya sukses bermain sebanyak 23 kali dan mampu mencetak 2 gol diajang tertinggi Perancis Ligue 1. Hingga pada akhrinya Varane muda resmi didatangkan Real Madrid.

Gabung Real Madrid – Juventus Siap Angkut Varane

Juventus Siap Angkut Varane Saat Akhir Musim 2

Pada 22 Juni 2011 Presiden Lens Gerbais Martel resmi menyatakan sudah melepas salah satu pemain talentanya ke Real Madrid dengan banrerol 10 juta Euro. Yang saat itu masih dibawah asuhan pelatih asal Portugal Jose Mourinho.

Yang bahkan saat itu dirinya langsung mendapat pelatihan dibawah sang legenda negaranya, Zinedine Zidane.

Bahkan dimusim perdananya Varane muda sempat menjalani debut cukup bagus, dirinya berkesempatan tampil sebanyak 9 kali dan 7 diantaranya menjadi starter yang saat itu bahkan dirinya sukses mencetak 1 gol.

Hanya perlu 3 tahun dirinya resmi menjadi pemain utama tepatnya pada musim 2014/2015 yang terhitung dirinya resmi tampil di 27 laga La Liga dan 21 diantaranya menjadi starter.

Dan tercatat hingga saat ini tahun 2019 total sudah cukup banyak gelar yang dipersembahkan untuk klub. Diantaranya 2 gelar La Liga, satu Copa del Rey dan 2 Super Spanyol.

Selain itu dirinya mampu meraih 4 gelar Liga Champions Eropa yang bahkan di hasil tersebut diraih hanya dalam waktu 5 tahun. Ada juga 3 gelar Super Eropa, 4 kali juara Piala Dunia antar klub bersama Real Madrid.

Berita Unik Fabio Quagliarella, Tua-Tua Keladi

Berita Unik Fabio Quagliarella, Tua Keladi

Siapa yang tidak kenal dengan nama yang satu ini, pemain yang sempat membela klub besar di  Italia. Ya nama penyerang Fabio Quagliarella kembali mencuat usai penampilannya yang agresif dimusim ini baik dilevel timnas dan klub. Berikut adalah berita unik Fabio Quagliarella, pemain tua-tua keladi dari Sampdoria.

Pada usianya yang sudah menginjak 36 tahun nama Quagliarella pastinya maksimal hingga 4 tahun kedepan akan dipastikan pensiun dari Sepakbola. Namun hal tersebut bisa sedikit ditepiskan berhubung pemain yang satu ini bahkan dalam beberapa musim performanya semakin membaik.

Bisa dikatakan dirinya terhitung sudah berkarir diajang Serie A selama 20 tahun. Terhitung saat dirinya resmi menjadi skuat senior dari pasukan Torino.

Jadi Jebolan Akademi Torino – Berita Unik Fabio Quagliarella

Quagliarella muda megawali karirnya dengan mengikuti sepakbola di Sekolah Gragnano hingga tahun 1993 silam. Yang pada akhirnya dirinya pindah ke sekolah akademi Torino.

Hingga pada akhirnya ditahun 1999 dirinya resmi melakukan debutnya bersama skuat senior dari pasukan Il Toro. Tepatnya pada 14 mei 2000 silam saat dirinya membawa skuat Torino kalahkan Piacenza 2-1.

Sempat Dipinjamkan ke Klub Lain – Berita Unik Fabio Quagliarella

Terhitung Quagliarella muda pada awalnya seperti layaknya pemain muda lain. Yang pada umumnya harus menjalani masa pinjaman ke klub lain. Dirinya tercatat menjadi bagian dari Torino selama 6 tahun.

Namun di musim 2002/2003 dirinya menjalani masa pinjaman bersama Fiorentina yang saat itu masih bermain di kasta C2. Dan hasilnya kurang bagus, dirinya hanya mencetak 1 gol dari 12 kali bermain.

Dan pada musim berikutnya dirinya kembali dipinjamkan, dan kali ini Quagliarella dipinjamkan ke klub C1 Chieti. Quagliarella muda tampil cukup menawan, selama semusim dirinya sukses mencetak 19 gol dari 43 kali bermain.

Hingga pada akhirnya dimusim 2005/2006 dirinya resmi dipinang oleh Udinese. Hanya saja dirinya mendapatkan promosi dan membela Ascoli, namun di tim ini dirinya hanya mencetak 3 gol dari 33 kali bermain.

Gabung Sampdoria Pertama Kalinya – Berita Unik Fabio Quagliarella

Dimusim 2006/2007 dirinya untuk pertama kali membela pasukan Sampdoria. Benar saja dirinya tampil cukup lumatan, dari 35 kali bermain Quagliarella sukses membukukan 13 gol.

Hingga pada akhirnya pemilik Udinese resmi memakai jasa dari pemain yang handar bola atas ini. Dan dirinya membela klub selama 2 tahun pada tahun 2007 hingga 2009, tercatat dirinya sukses membukukan 25 gol dari 73 kali bermain.

Gabung Klub Besar Serie A – Berita Unik Fabio Quagliarella

 

Berita Unik Fabio Quagliarella, Tua Keladi 1Berkat penampilan menawannya tersebut Quagliarella akhirnya masuk dalam target Napoli. Dan saat itu dirinya ditebus dengan banderil 18 juta Euro dengan tawaran kontrak untuk 5 tahun kedepan.

Namun kontrak tersebut langsung dibatalkan lantaran klub yang lebih besar Juventus langsung menyatakan minatnya. Hal tersebut dilihat setelah Quagliarella memberikan 11 gol dari 34 permainan yang dijalani.

Pada awalnya Juventus hanya meminjam sang pemain dengan bayaran 4,5 juta Euro. Namun hanya dimusim berikutnya langsung dipermanenkan dengan banderol 10,5 juta Euro tambahan.

Selama membela Juventus dirinya cukup tampil bagus dengan persembahkan cukup banyak gelar. Diantaranya 3 gelar Serie A, 2 gelar Super Italia dan 1 kali menjadi runner-Up Coppa Italia.

Kembali ke Torino dan Sampdoria – Berita Unik Fabio Quagliarella

Berita Unik Fabio Quagliarella, Tua Keladi 2

Namun pada akhirnya Quagliarella kembali je Torino setelah Juventus tersandung kasus Calciopoli dan harus terdegradasi saat itu.

Tercatat dirinya membela Torino selama 2 musim dan hanya mampu membawa klub selalu bertengger dipapan tengah klasemen Serie A.

Dan pada tahun 2016 hingga saat ini dirinya kembali ke Sampdoria untuk yang kedua kalinya. bahkan pada musim 2018/2019 dirinya sementara menjadi top skorer sementara Serie A dengan catatan 21 gol.

Catatan ini bahkan mengunguli sang peraih pemain terbaik dunia 5 kali Cristiano Ronaldo yang membela Juventus.

Bersama Il Samp dirinya cukup fantastis. Pada musim perdananya dirinya hanya mencetak 3 gol dari setengah musim 2015/2016. Kemudian dimusim 2016/2017 dirinya sukses mencetak 12 gol dari 37 kali bermain.

Dan pada musim 2017/2018 eks Juventus ini sukses menyarangkan 19 gol dari 35 bermain.

Prediksi Liga Italia Pekan ke-29 Akhir Pekan

Prediksi Liga Italia Pekan ke-29 Akhir Pekan 1

Setelah menjalani laga yang melelahkan pada kualifikasi Euro 2020. Kali ini para bintang lapangan hijau akan kembali ke klub dan bersiap menjalani laga akhir pekan nanti. Dan salah satunya akan ada prediksi Liga Italia yang sudah memasuki pekan ke-29 yang akan digelar pada hari libur nanti.

Jika membicarakan tentang Juventus pastinya agak sedikit bosan yah. Namun jangan salah pada laga terakhir akhirnya sang pemuncak klasemen sementara mendapatkan kekalahan pertamanya.

Dan sementara dari persaingan memperebutkan posisi 2 klasemen sementara. Yang kini di huni Inter Milan dan AC Milan, serta Napoli yang kini menduduki posisi tersebut sementara.

Berikut beberapa prediksi laga yang akan digelar pada akhir pekan nanti.

Juventus vs Empoli – Prediksi Liga Italia

Prediksi Liga Italia Pekan ke-29 Akhir Pekan 2

Laga akan dibuka dari sang pemuncak klasemen sementara Juventus yang akan menghadapi klub promosi dimusim ini Empoli. Jika sekilas pastinya laga ini sudah diketahui siapa yang akan keluar sebagai pemenang.

Namun disisi lain Empoli kini tengah berjuang untuk semakin menjauhi posisi zona merah. yang kini tim hanya selisih 1 poin daro Bologna yang berada di zona merah.

Kemenangan 2-1 atas Frosinone pada laga terakhir menjadi modal berharga bagi Francesco Caputo dan kolega untuk bisa kalahkan tim tuan rumah. Disisi lain mereka pada akhirnya sudah takluk 0-2 saat jumpa Genoa.

Caputo setidaknya akan selalu berupaya untuk bisa terus mencetak gol. Setidaknya jika memang Empoli tidak bisa bertahan di Serie A, dirinya bisa unjuk gigi untuk dipinang oleh klub lain pada akhir musim ini.

Terhitung dirinya sukses mencetak 13 gol dimusim ini, sama dengan torehan Ciro Immobile yang merupakan mesin gol Lazio.

AS Roma vs Napoli – Prediksi Liga Italia

Prediksi Liga Italia Pekan ke-29 Akhir Pekan 3

Laga kedua akan dibuka oleh bigmatsh antara tim ibukota AS Roma yang akan menjamu Napoli di Olimpico Stadium pada akhir pekan ini.

Giallorossi yang saat ini diasuh oleh Thinkerbell, Claudio Ranieri berharap bisa mendapatkan pencerahan dan membunuh Il Partenopei saat laga nanti.

Dengan hasrat bisa mengejar selisih 4 poin dari AC Milan diposisi terakhir zona Liga Champions Eropa. Mengandalkan Edin Dzeko dan Stephan El Shaarawy dan kolega bisa membobol gawang Alex Meret dilaga nanti.

Namun disisi lain pastinya tim tamu enggan kehilangan poin kembali saat laga. Setelah sempat unggul jauh dari posisi 3, tim yang saat ini hanya selisih 7 poin sangat haram bisa kehilangan poin saat laga nanti.

Mengandalkan penyerang Arkadiusz Milik dan Lorenzo Insigne dilini depan diharapkan bisa membobol gawang yang dikawal Robert Olsen saat laga nanti.

Sampdoria vs AC Milan – Prediksi Liga Italia

Prediksi Liga Italia Pekan ke-29 Akhir Pekan

Selain laga lainnya adalah tuan rumah Sampdoria yang akan menyambut AC Milan di kota Genoa yang akan digelar pada akhir pekan ini. Laga ini bisa dikatakan akan memberikan tontonan paling mengasyikan.

Lantaran 2 penyerang haus gol dari kedua tim, Krykstof Piatek dari AC Milan siap beradu tajam. Dengan penyerang Sampdoria, Fabio Quagliarella yang sementara menjadi top skorer sementara Serie A dengan 21 poin.

Sementara Piatek sendiri berada diposisi dua klasemen top skorer dengan 19 gol, sama dengan catatan Cristiano Ronaldo.

Milan sendiri sangat ingin kembali mengkudeta posisi 3 yang pada akhir pekan lalu di ambil oleh sang rival satu kota Inter Milan. Yang dilaga lain mereka akan menghadapi Lazio dilaga kandang.

Sementara pasukan Il Samp juga ingin memperbaiki posisi tim. Quagliarella dan kolega sendiri berada diposisi 9 klasemen sementara. Dan tim hanya selisih 3 poin dri Lazio yang berada di posisi terakhir zona Eropa.

Italia dan Yunani Kuasai Grup J Kualifikasi Euro

Laga perdana babak kualifikasi Euro 2020 fase grup dimulai sejak akhir pekan lalu. Dan semua negara mulai dari sang kandidat juara hingga beberapa negara non unggulan masuk kedalam beberapa grup. Kali ini akan membahas pertandingan di grup J yang kini sementara di kuasai Italia dan Yunani.

Didalam grup J ini sendiri selain kedua negara tersebut terdapat Bosnia-Herzegovina dan Finlandia. Serta dua negara yang bukan non unggulan adalah Armenia dan Liecshtenstein.

Sebenarnya Armenia dan Finlandia sendiri memiliki komposisi pemain yang hampir sama. Namun hanya saja Finlandia memiliki catatan yang lebih bagus meski Armenia dihuni sang raja asisst milik Arsenal, Henrikh Mkhitaryan.

Dan berikut akan membahas ulasan beberapa laga yang ada di grup J ini.

Italia Taklukkan Finlandia – Italia dan Yunani

Italia dan Yunani Kuasai Grup J Kualifikasi Euro Grup J

Menjalani laga pertama timnas Italia enggan melakukan kesalahan bak diajang Piala Dunia lalu. Yang sebelumnya sudah unggul jauh dibabak kualifikasi, hingga pada akhirnya tergeser keposisi dua dan gagal dibabak playoff Piala Dunia 2018 lalu.

Dan kali ini sang alenatore Roberto Mancini langsung membawa semua pemain utama terutama dilini depan. Sebut saja terdapat nama Ciro Immobile, Federico Bernadeschi, Matteo Politano dan Stephan El Shaarawy.

Bahkan didalam skuat juga ada sang debutan milik Juventus Moise Kean dan juga sang veteran, Fabio Quagliarella yang dimusim ini menjadi top skorer sementara Serie A.

Sementara disisi lain Finlandia juga dihuni oleh sang predator milik Norwich City Teemu Pukki. Yang dimusim ini sukses mencetak 24 gol dari 35 kali bermain di kasta ke-2 Inggris (Divisi Championship).

Dan benar saja, saat laga baru berjalan 7 menit skuat Gli Azzuri langsung memberikan jawaban melalui Nicola Barella. Pemain milik Torino ini sukses membawa keunggulan, dan skor 1-0 bertahan hingga peluit pertama dibunyikan.

Dan pada babak kedua nama Moise Kean yang langsung menjadi starter dilaga ini memberikan jawaban yang mutlak. Setelah dirinya mampu bekerja sama apik dengan Ciro Immobile dengan mencetak gol kedua Italia dimenit 74 yang membuat skor menjadi 2-0 yang bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kean Jadi Masa Depan Timnas Italia – Italia dan Yunani

Kean sendiri tercatat sudah 2 kali bermain bersama timnas Italia senior semasa karirnya. Sebelumnya penyerang berusia 19 tahun ini sudah menjalai laga debutnya pada tahun 2018 silam saat menghadapi timnas Amerika Serikat dan masuk sebagai pemain pengganti.

Pemain yang pernah dipinjamkan ke klub yang saat ini bermain di kasta ke-2 Italia, Hellas Verona ini menjadi pemain utama di skuat timnas Italia Usia dibawah 19 tahun.

Terhitung dirinya bahkan nyaris membawa timnas Italia menjadi juara diajang Euro U19 di Finlandia 2018 lalu. Sebelum pada akhirnya kalah 3-4 atas timnas Portugal melalui ekstra time. Dan selama bermain diajang tersebut Kean terhitung dari 5 kali bermain, Kean sukses mencetak 4 gol.

Bahkan catatan 4 gol tersebut dicetak pada 3 laga terakhir, dibabak final dirinya sukses membukukan 2 gol dari 3 gol yang disarangkan.

Yunani dan Bosnia Raih Kemenangan di Laga Perdana – Italia dan Yunani

Italia dan Yunani Kuasai Grup J Kualifikasi Euro Grup J 2

Sementara hasil pertandingan lainnya antara Yunani menghaapi Liechstenstein berakhir dengan skor 2-0. Dilaga tersebut pemain kawakan Konstantinos Fortounis dan Anastasios Donis sukses mencetak gol dimenit 45+1 dan 80.

Selain itu Bosnia sukses mengalahkan Armenia dengan skor tipis 2-1. Dua gol tuan rumah dicetak Rade Kruni dan Deni Milosevic, yang kemudian satu gol tim tamu dicetak Henrikh Mkhitaryan melalui titik putih dipenghujung laga.

Dan pada akhirnya membuat Yunani dan Italia berada diposisi 1 dan 2 klasemen grup J kualifikasi Euro 2020 dengan hasil yang sama.

Empat Klub Incar Coppa Italia Musim 2018/2019

Empat Klub Incar Coppa Italia Musim 2018 2019 1

Jika melihat klasemen Serie A mungkin kamu sudah merasa sangat bosan karena memang Juventus kembali merajai ajang ini. Setelah beberapa tahun lalu sudah menjadi raja, dimusim ini mereka bahkan semakin kuat dengan mendatangkan Cristiano Ronaldo. Namun bagaimana dengan ajang kedua, Coppa Italia, ya saat ini masih ada empat klub Incar Coppa Italia musim ini.

Bahkan meski sudah menjalani leg pertama babak semifinal, belum ada yang menyatakan siapa klub yang akan melaju kefinal. Lantaran keempatnya bermain dengan sangat ulet dan semata hanya ingin mengincar gelar ini setelah diajang Serie A sangat sulit.

Sebut saja empat klub diantaranya seperti AC Milan, Lazio, Fiorentina dan Atalanta masih bersaing di ajang kedua ini. Hal tersebut menjadi sangat seru terutama Juventus, Napoli, Inter Milan dan AS Roma sudah kandas.

Ulasan Ajang Coppa Italia Musim 2018/2019 – Empat Klub Incar Coppa

Empat Klub Incar Coppa Italia Musim 2018 2019 3

Terhitung para raksasa yang menjadi kandidat juara yang salah satunya Juventus sudah kandas dibabak sebelumya.

Sebut saja, dibabak 16 besar Inter Milan sukses mengalahkan tim Serie B, Benevento dengan skor 6-2. Hingga akhirnya mereka kalah atas Lazio melalui drama asu pinalti dibabak perempat final.

AS Roma yang sukses kalahkan tim kasta 2 Virtis Entella dengan skor 4-0, secara tragis mereka kalah atas Fiorentina. Tidak tanggung-tanggung mereka harus kalah 7-1 dihancurkan oleh pasukan Ungu dibabak perempat final.

Napoli bahkan sukses mengalahkan Sassuolo 2-0, hingga pada akhirnya harus dikalahkan Milan dibabak perempat final. Usai 2 gol Piatek masuk kegawang Il Partenopei dan yang terakhir.

Juventus yang dibabak 16 besar mampu kalahkan Bologna 2-0. Dibabak perempat final pasukan Massimiliiano Allegri harus kandas 3-0 atas Atalanta.

Three gol Atalanta dicetak Duvan Zapata yang sukses mencetak 2 gol dan Castagne sukses menyumbang satu gol dilaga tersebut.

Hasil Leg-1 Babak Semifinal Coppa Italia – Empat Klub Incar Coppa

Empat Klub Incar Coppa Italia Musim 2018 2019 2

Pada babak ini keempat klub sangat berusaha dan hanya menyisakan Lazio, Milan, Fiorentina dan Atalanta. Jika melihat dari keempatnya mungkin hanya ada nama Atalanta dan juga Milan yang menjadi kandidat kuat.

Hal tersebut bukan tanpa alasan karena memang kedua klub tersebut memiliki pemain mengerikan dilini depan. Sebut saja nama Duvan Zapata yang merupakan pemain pinjaman dari Sampdoria, yang dimusim ini sukses mencetak 16 gol.

Dan sementara nama Krszyztof Piatek meski masih menjadi pemain baru Milan yang didatangkan dari Genoa. Pemain asal Polandia ini sangat impresif.

Sempat kehilangan momentum bersama tim lamanya, The New Lewandowski ini kembali menunjukkan tajinya. Bahkan saat ini Piatek hanya selisih 1 gol dari Cristiano Ronaldo yang duduk dipuncak klasemen top skorer Serie A sementara.

Empat Klub Incar Coppa Italia Musim 2018 2019

Alhasil dari keduanya sangat mungkin kedua klub tersebut bisa bertemu dibabak final. Terutama saat keduanya sukses menahan imbang saat bermain dimarkas lawan.

Terlebih dari Atalanta yang sukses menahan imbang 3-3 tuan rumah Fiorentina. Padahal dilaga ini tim tamu sempat nyaris memastikan diri melaju kebabak final dengan lenggang.

Terutama setelah Alejandro Gomez dan Mario Pasalic sukses membuka gol dimenit 16 dan 18. Namun nama Federico Chiesa dan Marco Benassi sukses menyamakan kedudukan dimenit 33 dan 36.

Hingga pada akhirnya nama Marten de Roon sukses kembali membawa tim tamu unggul dimenit 58, namun sayang pada menit 79 tuan rumah sukses kembali menyakana kedudukan melalui Luis Muriel.

Sementar dilaga lain antara AC Milan dan Lazio mungkin masih memiliki peluang yang sama setelah keduanya bermain imbang 0-0. Namun dilaga berikutnya Milan akan bermain dirumah sendiri dan Lazio dibeberapa laga terakhir sedang dalam kondisi inkonsisten.

Jadi dari empat klub incar Gelar Coppa Italia, menurut kalian siapa yang akan mendapatkannya nanti?